Jangan Suka Dendam, sebab Anda akan Menjadi Korban yang Pertama
Sesungguhnya Tuhan yang mencukupi anda kemarin.
Akan mencukupi Anda pada esok hari.
Sebagian orang bersikap sangat pemaaf dan tidak terlalu peduli dengan kezaliman orang lain yang merampas hak-haknya. Bahkan terkadang dia pura-pura tidak mengetahuinya. Singkat kata, dia adalah orang yang sangat pemaaf dan baik hati. Dia tidak terlalu teliti menyelidiki sesuatu hingga ke akar-akarnya, tidak menyingkap apa yang ada dibalik pernyataan-pernyataan, dan tidak merepotkan dirinya dengan urusan-urusan seperti itu.
Namun sebaliknya, ada sebagian orang yang tidak mengenal kata maaf sama sekali dan sering menuntut sekecil apa pun haknya. Dia selalu berjuang mati-matian melawan orang-orang, dan dengan cara bermacam-macam untuk meraih haknya., Bahkan, bisa jadi yang bukan haknya pun ikut dituntut dan diakuinya. Dia sangat jarang mengikhlaskan apa saja yang telah menjadi haknya.
Dari sisi tabiat, orang yang pemaaf lebih dekat kepada keridhaan jiwa, ketenangan hati nurani, dan terbebas dari kesedihan, sebagaimana dia lebih dekat dengan hati-hati manusiadan lebih layak mendapatkan cinta mereka. Pintu-pintu kesuksesan yang terbuka di hadapannya lebih banyak dari pada orang yang mengaggap dirinya selalu terlibat konflik dengan orang lain.
Bahkan lebih dari itu, dia suka mencari-cari masalah dengan memelintir pernyataan dan maksud orang lain dengan keburukan dan kejahatan, yang menyebabkan kegelisahannya semakin menjadi-jadi. Orang-orang pun memberi, menjegal, dan menutup pintu kesuksesan kehadapannya. Dan sesunggynya Rasulullah saw bila dihadapkan pada dua alternative pilihan, maka beliau akan memelih yang paling ringan diantara keduanya selama pilihan itu bukan dosa. Namun bila hal itu dosa, maka beliau adalah orang yang paling menjauh darinya.
Rasulullah saw bersabda:”Allah swt, merahamati seorang hamba yang bila menjual, dia memberi maaf dan berlapang dada, demikian pula bila ia berbelanja dia pun bersikap pemaaf dan berlapang dada, dan demikian pula bila ia berpekara dia pun bersikap pemaaf dan berlapang dada.” (H.R Bukhari)
Sumber : As’adu-Imraatin fil’alam, oleh DR. ‘Aidh AbdullahAlQarni, M.A.